Tampilkan postingan dengan label Stephanie Zen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Stephanie Zen. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Agustus 2012

Perhaps You oleh Stephanie Zen




Jika seseorang mencintai kamu, ia akan memastikan kamu tetap bahagia, tidak tersakiti. Tapi jika kamu mencintai seseorang, orang itu mungkin tak akan peduli apakah kamu bahagia atau  tidak, tidak akan peduli kamu tersakiti atau tidak...

Abby, seorang gadis muda yang telah memiliki pekerjaan yang mapan dan otak yang cerdas. Mencintai Daniel, teman semasa SMPnya sampai sekarang. Yah, sampai sekarang Abby masih tetap mencintai Daniel dan sosok itu telah mengunci seluruh hatinya dari semua pria yang telah mencoba mendekati Abby.
Dan semuanya berubah saat Abby mengenal Christ, salah satu rekan kerjanya. Awalnya Abby masih bisa menahan tembok kokohnya, tapi lama kelamaan tembok kokoh yang di bangun Abby mulai runtuh sampai tidak tersisa tembok sama sekali.
Christ, seorang pemuda berumur 26 tahun yang memiliki sifat apa adanya, dan mundur teratur saat Abby tidak menyukai dirinya yang mulai mengusik masalah pribadi Abby. Lama kelamaan hubungan Christ dan Abby pun semakin dekat. Tapi sayangnya Christ ternyata telah memiliki pacar yang telah di kenalnya dari SD, yaitu Ferra.
Abby sempat patah semangat saat mengetahui Christ telah memiliki pacar, tapi dia sadar selama janur kuning belum melengkung, berarti masih ada kesempatan baginya untuk memiliki Christ. Ternyata perasaan Abby pun di respon oleh Christ, walaupun Abby jadi yang kedua (baca : selingkuhan) tapi Abby tidak masalah karena baginya yang terpenting adalah bisa dekat dengan Christ walaupun dia tahu resiko yang akan menimpanya sangat besar.
Saat Abby tanpa sengaja bertemu dengan Daniel, sosok yang selama sebulan ini terlupakan olehnya karena kehadiran Christ, Abby begitu senang dan bersemangat saat berbicara dengan Daniel, tapi sayang Abby tahu bahwa debaran jantung yang dulu selalu ada saat dia berada di dekat Daniel sudah tidak ada lagi. Abby tahu bahwa ia telah melupakan Daniel dan telah memilih Christ.
Tapi sayang, tak selamanya selingkuh itu indah... Memang awalnya indah, tapi akhirnya pasti menyakitkan salah satu pihak yang di rugikan.
Pada saat Abby memutuskan untuk ke Jakarta dan bertemu dengan Christ, perasaannya pun semakin dalam kepada Christ. Dan dia sadar bahwa ia telah jatuh terlalu dalam atas pesona Christ. Tapi sayangnya semuanya tidak berjalan dengan mulus.
Ferra mengetahui bahwa Christ selingkuh dengan rekan kerjanya. Yups, tentu saja Abby. Ferra dan Christ sempat bertengkar hebat, dan akhirnya Christ sadar bahwa ia telah menyakiti Ferra yang selalu ada di sisinya dari dia bukan siapa-siapa. Christ memilih Ferra dan memutuskan akan meninggalkan Abby.
Tentu saja Abby tidak menerima keputusan Christ, seharusnya Christ dari awal sudah tahu resiko yang akan menimpanya. Tapi seberapa kuat Abby menahan Christ, tetap saja dia tidak akan bisa. Karna dimana-mana wanita yang memiliki status yang jelaslah yang akan di pilih oleh pria.
Setelah Christ meninggalkan Abby, kehidupan Abby kacau. Hatinya hancur berkeping-keping. Setiap hari hanya memendam diri di kamar. Hidupnya tanpa semangat. Dia merasa kehilangan dan... di campakkan.
Abby sadar, seberapa pun dia menyesali semuanya, itu percuma karena Christ telah memilih. Sekuat apa pun dia ingin menahan Christ agar tetap di sisinya itu tidak akan berpengaruh. Belum lagi semua teror yang Ferra lakukan. Dia benar-benar memprotect Christ agar tidak kembali berhubungan lagi dengan Abby dan menunjukkan bahwa Christ telah memilih dia bukan Abby. Mulai dari menyuruh Christ menganti display picture di blackberry Christ dengan foto mereka berdua, menganti status hubungan mereka dari berpacaran menjadi bertunangan dan segala macam hal lainnya yang tentu menyakiti hati Abby.
Saat-saat sedih seperti itu Daniel selalu ada untuk Abby. Daniel selalu berusaha untuk membuat Abby tersenyum, walaupun Daniel tahu usahanya akan sia-sia tapi dia tetap mencoba. Hingga suatu hari mamanya berkata :
“Jika seseorang mencintai kamu, ia akan memastikan kamu tetap bahagia, tidak tersakiti. Tapi jika kamu mencintai seseorang, orang itu mungkin tak akan peduli apakah kamu bahagia atau  tidak, tidak akan peduli kamu tersakiti atau tidak...”
Setelah mendengar kata-kata Mamanya, Abby sadar. Tidak seharusnya dia bersedih terus. Dia pun mulai kembali lagi seperti Abby yang dulu. Ceria, dan tetap semangat menjalani hari-harinya. Dan... saat Daniel meminta kedua kalinya kepada Abby untuk menjadi pacarnya, Abby pun menerima permintaan Daniel dengan sepenuh hati.
Abby telah move on, dia mulai melupakan Christ. Mengunfollow Christ di twitter, menghapus pertemanan dengan Christ di facebook, serta mendelete Christ dari kontak BBMnya. Hidup Abby mulai bewarna lagi seperti sedia kala, hari-harinya di penuhi dengan senyuman.
Tapi di sisi lain, saat pernikahan Christ dan Ferra akan mulai di rencanakan, Christ sadar bahwa yang di cintainya bukanlah Ferra. Dia sadar, bahwa dia membutuhkan Abby, dia kehilangan Abby. Dan saat Christ akan meminta Abby kembali padanya, apakah masih ada kesempatan untuknya setelah apa yang telah di lakukannya kepada Abby? Silahkan di baca selengkapnya.
Mmm... jujur saat sudah setengah jalan membaca novel ini aku sangat sangat menikmati ceritanya tapi saat sudah memasuki bagian hubungan Abby yang mau jadi selingkuhan Christ aku mulai BETE berat!! Dan kesal abis atas sikap Christ yang labil seperti anak ABG!!! Ugghhh, dan novel ini berhasil 100% membuat perasaan aku di aduk-aduk. Aku merasa di phpkan saat membaca novel ini.
Apalagi pas bagian Christ yang dengan bodohnya meninggalkan Abby!! Jangan tanya seberapa kesal aku!! Dan yups, saat bagian itu aku ilfeel sangat dengan Christ!! Bagian itu juga yang membuat aku malas mau lanjut baca karena sosok Abby di situ benar-benar lembek, gak seperti Abby di awal cerita.
Tapi aku berhasil menyelesaikan novel ini dengan baik, dan pas bagian endingnya aku tertawa. HAHAHAHAHA... aku sangat sangat sangat PUAS dengan endingnya!! Sangat sangat sangat suka sama endingnya yang buat aku emang pas! Yahhh, mungkin aku bisa di bilang jahat, tapi aku benar-benar suka sama endingnya.

Cinta itu seperti pasir. Semakin erat kamu menggengamnya, semakin cepat pasir-pasir itu berjatuhan dari tanganmu.

4/5
by. Hayati  (✿◠‿◠)

Rabu, 13 Juni 2012

One Last Chance oleh Stephanie Zen



Adrienne Hanjaya – Senjata Makan Tuan
Posted by Marcella Siahaan – two days ago
Guys, have you all heard that Adrienne Hanjaya the author of “Reasonable Love”, is now charged for defamation? Dia di gugat oleh Gerry Atmadinata (yup, the character’s name from the book is reall) karena dinilai telah mencemarkan nama baik Gerry lewat buku “Reasonable Love” yang ditulisnya.
Dengar-dengar, “Reasonable Love” benar-benar kisah nyata yang dialami Adrienne sendiri. Hmm, menurut gue sih, dia cukup bagus menuliskannya, tapi... menggunakan nama orang sebenarnya di dalam buku? It was such a fool.
Just wondering nih, mungkinkah Jaden Danarto (nama tokoh cowok dalam “Who Do You Think I Am?”) dan Dirgantara Sutowo (tokoh di buku “Love and Lie”) juga benar-benar ada? Kalau iya... oh well, jangan sampai mereka punya pikiran sama seperti Gery Atmadinata, untuk menuntut Adrienne Hanjaya juga :p

҈      ҈      ҈      ҈      ҈  

Sejujurnya aku nggak perlu menceritakan bagaimana jalan ceritanya. Kenapa? Karna di sinopsis sudah tergambar dengan jelas bagaimana ceritanya. Jadi yah aku nggak akan ceritain gimana jalan ceritanya :D Hehehe...
Stephanie Zen bukanlah seorang penulis baru di dunia novel ini, karna sudah banyak novel yang telah di lahirkan olehnya salah satunya yang terbaru adalah One Last Chance. Metropop pertama yang di lahirkan oleh mbak Stephanie setelah sebelumnya menulis novel-novel TeenLit. Jujur saja saat membaca sinopsisnya aku cukup tertarik dan di dukung dengan cover yang buat aku cukup bagus. Karna buat aku tema dan jalan ceritanya belum pernah aku temui di setiap novel-novel yang udah aku baca, maklum novel yang aku baca kan masih sangat sedikit.
Jadi di postingan kali ini aku cuma coment doang dan menyampaikan my opinion about this novel .
Saat aku mulai membaca novel ini, aku sudah mulai menilai akan memberikan 3 bintang untuk novel ini. Tapi di saat sudah mau ke bagian ending aku berubah pikiran untuk memberi 3 bintang. Kenapa? Karna novel ini berhak mendapatkan lebih dari 3 bintang yaitu 4 bintang :D Hehehe...
Pesan moral di novel dapat banget, dan juga ceritanya bisa di jadikan pelajaran dan pengalaman berharga loh :D Selain itu juga bisa di jadikan sumber inspirasi yaitu dengan motto “Tidak boleh ada patah hati yang tidak menghasilkan royalti.” Hihihi... kan lumayan kalau novelnya best seller seperti novel-novelnya Adrienne.
Jadi, novel ini  kesimpulannya cukup bagus untuk di baca saat santai karna tidak memiliki konflik yang begitu berat. Dan untuk mbak Stephanie, keep writing yah mbak. I always wait the next your novel :D

by. Hayati  (✿◠‿◠)


Rabu, 08 Februari 2012

Brondong Lover oleh Stephanie Zen

Ini novel udah aku baca dari kelas 2 SMP, dan udah aku baca berkali-kali tapi teteup gak bosan2. Ceritanyaaaa sumpah bikin ngiler :') So sweet banget dan gak lebay :D Aku sukaaa banget sama ceritanya yang buat aku gregetan! Emang ceritanya bisa ketebak tapi mbak Stephanie menulisnya dengan sangat amat baik sehingga kita nggak akan bosan bacanya :D Dan sosok Dave-nya sumpaaah keren bangeeeeeeet. Baca deh buku ini aku 'REKOMENDASIKAN' ke kalian semua :D


Ini sinopnya :


Nasha sebel banget sama juniornya yang nyolot, Dave. Sejak hari pertama MOS, Dave kerjanya terus membantah apa pun kata Nasha dan ogah untuk bekerja sama dalam kegiatan kelasnya. Tapi, pas Nasha berantem sama mantannya yang supernyebelin, Kevin, si nyolot Dave ternyata membelanya! Begitu pula pas Nasha terjatuh hingga terkilir di kemping penutupan MOS, Dave ngebela-belain menggendong Nasha sampai tenda. U-ui... apakah ada cinta yang mulai bersemi di hati Nasha? Bagaimana dengan hubungannya yang belum beres sama Kevin? Dan bagaimana juga dengan perhatian berlebih dari Kak Elang yang sudah kuliah?