Tampilkan postingan dengan label METROPOP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label METROPOP. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 September 2012

Divortiare oleh Ika Natassa




Ketika salah seorang mulai menarik diri, seharusnya pasangannya mengalah, meraih pasangannya supaya ia tidak menarik diri lebih jauh lagi.

Divortiare adalah sebuah novel yang menceritakan kehidupan Alexandra, 27 tahun yang workaholic setelah bercerai dari suaminya Beno Wicaksono yang berprofesi sebagai dokter bedah jantung. Karena miss communication dan kesibukkan masing-masing membuat pernikahan mereka harus hancur berantakan. Pernikahan yang hanya bisa bertahan selama 2 tahun. Pernikahan yang hancur itulah yang membuat Alex membenci Beno. Karena dengan mudahnya Beno menyetujui keinginan Alex untuk bercerai.
Walaupun sudah bercerai, mereka masih tetap berkomunikasi karena Beno adalah dokter pribadi Alex dan Beno jugalah yang telah menyelamatkan nyawa Mama Alex. Meskipun masih hidup di bawah bayang-bayang Beno, Alex tetap berusaha untuk melupakan Beno, melupakan semua kenangan mereka dan hanya mengingat sakit hati yang dia rasakan saat harus menunggu Beno pulang dan lainnya.
Denny, teman Alex saat kuliah di Australia mulai mendekatinya. Denny berbeda 180 derajat dari Beno. Jujur saja, Alex merasa nyaman berada di dekat Denny, tapi kenapa setiap hal yang di lakukan Denny selalu membuatnya ingat kepada Beno dan mulai membandingkan antara Denny dan Beno??
Jadi bagaimana dengan kelanjutan hidup Alex? Silahkan di baca selengkapnya ^^
Gantung yah review aku? :p
Review aku gantung karena cerita dan endingnya juga gantung -_- yahh karena ada lanjutannya makanya gantung. Aku juga masih penasaran sama jalan cerita lanjutannya, apakah Beno dan Alex bisa bersatu atau nggak? *agak spoiler* yaudah sampai ketemu di review Twivortiare yaahh :p
Semua yang di awali dengan indah belum tentu berakhir sama

3/5

by. Hayati  (✿◠‿◠)

Selasa, 14 Agustus 2012

Three Weddings and Jane Austen oleh Prima Santika



 
Nggak ada kebaikan yang muncul dari prasangka buruk terhadap seseorang atau sesuatu yang belum terjadi. Yang ada hanya akan membuatmu diam di tempat dan kehilangan kesempatan yang mungkin baik hasilnya.

Tak ada yang lebih membahagiakan seorang ibu daripada melihat anak gadisnya menikah dengan pria baik yang dicintainya. Itulah kebahagian yang di nantikan oleh Ibu Sri serta keinginannya agar ketiga anaknya, Emma 35 tahun, Meri 30 tahun, dan Lisa 29 tahun, bisa menikah dengan pria baik-baik. Ketiga anak gadisnya telah memiliki usia matang untuk menikah, tapi mereka belum juga menikah. Sehingga membuat Ibu Sri khawatir dan mulai menjodohkan anaknya.
Emma adalah anak tertua Ibu Sri, dengan usia yang sangat matang yaitu 35 tahun dia belum juga menikah, bahkan memiliki pacar pun dia tidak. Emma sebenarnya tidak menutup diri hanya saja dia selalu menjaga hatinya agar tidak tersakiti. Dia pernah berpacaran cukup lama dengan pacarnya, bahkan Adit telah melamarnya. Tapi sayang, takdir tidak mengijinkan mereka untuk menikah. Adit harus menikah dengan sepupu jauhnya, itu adalah keputusan mutlak dari keluarganya.
Dengan hati yang hancur berantakan, Emma tetap menjalani hidupnya dan mulai memperbaiki hidupnya yang sempat berhenti karena patah hatinya. Emma berusaha untuk ikhlas dan akhirnya dia pun berhasil mengikhlaskan Adit.
Setelah di tinggal kawin oleh Adit, Emma tidak terlihat dekat dengan cowok sehingga Ibu Sri berinisiatif untuk menjodohkan Emma, mulai dengan anak teman-teman arisannya sampai dokter-dokter lajang yang bekerja di kantor Ayahnya. Emma sejujurnya tidak menyukai ide perjodohan Ibunya, tapi dia tetap menjalani perjodohan yang telah dilakukan oleh Ibunya karena dia menghormati usaha Ibunya. Toh semuanya juga untuk kebaikan dirinya.
Meri, anak kedua Ibu Sri dengan usia 30 tahun. Dia telah memiliki pacar, yaitu Mas Bimo yang 2 tahun di atasnya. Hubungan mereka telah berjalan selama lebih dari 3 tahun. Awalnya Meri merasa bahagia dengan segala romantisme yang diberikan oleh Mas Bimo. Tapi lama-kelamaan hubungan mereka terasa hambar, karena masing-masing sibuk dengan pekerjaannya.
Sampai suatu hari Meri bertemu dengan Erik, teman kantor Lisa, adiknya. Tanpa di sangka selera musik mereka sama yaitu Jazz dan genre musik mereka pun sama musical. Awalnya mereka dekat karena saling pinjam meminjam CD Jazz tapi lama-kelamaan Meri merasa nyaman berada di dekat Erik, karena Erik memberikan Romantisme yang selama ini tidak pernah di rasakan olehnya.
Disadari atau tidak, perbuatan Meri tentu saja salah. Karena tidak ada pembenaran untuk hal yang namanya ‘selingkuh’ apa pun alasannya.
Lisa, anak bungsu Bu Sri dengan umur 29 tahun. Lisa dengan kepribadian yang tomboy belum pernah pacaran sama sekali. Jatuh cinta pun dia hanya sekali sewaktu SMA. Itu pun cintanya tak bisa di miliki, karena Mas Deni, abang kelasnya ternyata berpacaran dengan Amel sahabatnya. Tentu saja kenyataan yang di ketahuinya itu membuat Lisa patah hati dan sedikit sinis terhadap hal yang bernama ‘cinta’.
Dengan masalah masing-masing anaknya, Bu Sri berusaha menemukan jodoh untuk anak-anaknya. Setiap masalah yang di alami oleh anak-anaknya Bu Sri selalu mengambil kisah-kisah dari novel-novel Jane Austen, pengarang favoritnya sebagai referensinya untuk memberikan masukan serta nasihat untuk anak-anaknya.
Tentu saja, langkah untuk bisa ke jenjang pernikahan tidaklah mudah. Karena pernikahan bukanlah sebuah permainan dan hal yang sepele. Dengan perjalanan yang berliku serta masalah yang menghadang mampukah Bu Sri menemukan jodoh untuk ketiga anaknya yang usianya sudah cukup matang untuk menikah? Apakah cerita-cerita dari novel Jane Austen mampu membantu Bu Sri menemukan jodoh untuk anak-anaknya? Silahkan di baca selengkapnya.
-
Di awal cerita aku cukup bingung dengan bagian yang menceritakan tentang kisah-kisah di novel Jane Austen, karena aku tidak tahu siapa itu Jane Austen -,-v. Tapi aku tetap mencoba untuk membaca dan hasilnyaaa aku bisa selesai sampai halaman terakhir walau sampai sekarang masih rada-rada bingung dengan bagian Jane Austennya.
Secara keseluruhan ceritanya bagus, menginspirasi dan mengajarkan banyak hal di antaranya adalah “semakin cepat kita mengikhlaskan kehilangan, semakin baik buat hidup kita.” Dan aku sangat-sangat kagum dengan tokoh Emma disini yang bisa dengan tegar mengikhlaskan pacarnya untuk menikah dengan orang lain padahal seminggu sebelumnya dia telah dilamar. Dari ketiga anak Bu Sri memang sosok Emma lah yang sangat ku kagumi. Sifat ikhlasnya yang sangat-sangat luar biasa, mungkin karena dia yang paling tua di sana sehingga sifatnya cukup dewasa.
Sejujurnya aku cukup suka dengan novelnya karena gaya penulisan Mas Prima begitu enak untuk di baca nggak kaku dan mengalir, tapi sayangnya novel ini terlalu tebal dan membuat aku agak bosan untuk membacanya. Tapi ceritanya cukup bagus dan bagian Jane Austennya juga cukup dominan dan cukup jelas karena telah di sisipkan beberapa cuplikan dari beberapa kisah dari novel lengkap dengan translate Indonesianya.
Untuk covernya satu kata ‘unik’ really like this cover!!! Aku pikir ini novel terjemahan karena covernya seperti itu dan didukung dengan judulnya. Tapi emang benar jangan menilai buku dari sampulnya saja. Aku nggak menyesal telah menghabiskan 4 hari untuk membaca novel ini karena banyak pelajaran yang bisa kita ambil dan semakin membuka mata hati aku bahwa kasih sayang Ibu sangatlah besar dan memperlihatkan sudut pandang Ibu saat anak-anaknya belum juga menikah. Dan untuk yang terakhir aku mengucapkan selamat menempuh hidup baru untuk Emma, Meri dan Lisa. Berharap rumah tangga kalian selalu sakinah mawaddah warrahmah. Amin.

Kecil atau besar, apa pun jenis bukunya, perpustakaan seharusnya ada di setiap rumah. Setidaknya ada rak buku untuk mengajari kita supaya menghargai buku dengan cara menyusunnya secara rapi.

3/5

by. Hayati  (✿◠‿◠)

Minggu, 08 Juli 2012

Nyonya Besar oleh Threes Emir




“Kalau bekerja, bekerjalah dengan hati, tidak hanya pikiran, maka segalanya akan dimudahkan Allah Yang Mahakuasa.”

Nyonya Besar adalah novel dengan 25 kumpulan kisah para kaum sosialita di Ibu Kota dan based on true stroies. Sejujurnya saat aku mengetahui novel ini yang ada di pikiran aku satu : novel ini pasti menceritakan tentang betapa glamournya hidup para kaum sosialita yang menghambur-hamburkan uang. Tapi saat aku membaca cerita yang pertama aku kaget, karna tidak seperti yang aku pikirkan. Semakin lama aku membaca novel ini aku sadar ternyata novel ini tidak hanya menonjolkan sisi kehidupan glamour para Nyonya Besar tapi juga kearifan dan kebijaksanaan mereka.
Saya sadar ternyata tidak semua Nyonya Besar itu orang yang hidupnya di penuhi dengan barang-barang bermerk dan memiliki sifat yang angkuh, sombong dan kikir. Di sini begitu banyak cerita tentang kehidupan Nyonya Besar yang mengikuti banyak kegiatan amal, saling membantu untuk orang-orang yang membutuhkan, serta mengalami cobaan dalam rumah tangga mereka dan menghadapinya dengan lapang dada serta kesabaran yang luar biasa.
25 cerita yang berbeda, tapi sarat akan makna. Setelah membaca novel ini pandangan saya terhadap para kaum sosialita berubah. Tidak semua kaum sosialita hidupnya hanya untuk diri sendiri, tapi mereka juga berbagi kepada yang membutuhkan.
Sangat, sangat berkesan! Jadi kepengen baca Tuan Besar, apakah ceritanya juga akan sebagus ini? :p

4/5

by. Hayati  (✿◠‿◠)

Kamis, 05 Juli 2012

A Verry Yuppy Wedding oleh Ika Natassa




A very yuppy wedding adalah novel pertama mbak Ika, dan yang pertama juga yang aku baca. Sumpah aku nyesal bangeeeet kenapa baru sekarang bacanya. Saat selesai baca novel ini aku merutuki kebodohanku, kenapaaaa baru sekarang bacanya? Novel ini baguuus banget, karya pertamanya aja udah sebagus ini apalagi yang lainnya?
Novel ini menceritakan tentang kehidupan Andrea dan Adjie yang berprofesi sebagai banker muda dan sedang lagi naik karirnya. Mereka pacaran udah satu tahun tapi belum ada rencananya menikah, mm... sebenarnya udah sih, si Adjie udah pernah ngelamar Andrea tapi... mereka kan kerja di bank yang sama dan di sana ada peraturan DILARANG menjalin hubungan dengan rekan kerja dan menikah. Kalau mereka melanggar sanksinya bayar ganti rugi 500 juta. WOW.
So, mereka pacarannya backstreet gitu. Resikonya udah pasti ada kan? Jadi selama mereka backstreet mereka udah sering banget kelai tapi nggak sampai besar gimana gitu sih. Tapi... yang namanya kebohongan udah pasti bakal kebongkar kan?
Nah, hubungan Andrea dan Adjie ini ternyata ketauan sama bos mereka, Bu Karen. Dan Bu Karen ini kasih pilihan sama mereka, di antara mereka berdua siapa yang harus stay di Perdana dan siapa yang harus keluar. Yang bakal tetap stay bakalan di promosikan sama Bu Karen biar naik jabatan. Secara kan Andrea sama Adjie ini benar-benar sedang mengejar karir mereka masing-masing dan udah pasti bakal tergiur sama tawaran Bu Karen, tapi kan hanya ada satu yang mesti tetap di Perdana. Jadi siapa yang bakalan tetap? Mana dua-duanya sama-sama keras kepala lagi.
Tapi ceritanya belum sampai di situ, saat mereka memutuskan untuk menikah dan saat detik-detik akan menikah mereka berdua berantem besar-besaran nih dan parahnya lagi saat beberapa jam lagi mau akad nikah Andrea ngilang dari apartemennya. Andrea kabur yah? Terus gimana dengan akad nikah yang tinggal beberapa jam lagi? Silahkan di baca ^^

4/5

by. Hayati  (✿◠‿◠)

Sabtu, 23 Juni 2012

Ti Amo, Tia Amoria oleh Karla M. Nashar



Bila kita mencintai seseorang dengan tulus, seharusnya waktu dan jarak tidak lagi menjadi sesuatu yang memberatkan. Mencintai seseorang itu berarti membawa sosoknya di hati kita setiap waktu. Ia melebur menjadi bagian diri kita. Satu hati, satu detak jantung.

҈    ҈    ҈    ҈    ҈

Tia Amoria adalah seorang single parent yang telah mematri rapat hatinya agar tidak membuka hatinya kepada semua orang pria di dunia ini karena memiliki alasan alasan yang kuat di masa lalu.
Marco Dante, seorang pria eksentrik yang telah menjalani 2 tahun belakangan ini dengan sulit karna seseorang di masa lalunya dan tidak ingin membuka hatinya kepada wanita manapun di dunia ini.
Mereka berdua memiliki kesamaan yaitu akan antipati mereka terhadap lawan jenis karna masa lalu yang begitu menyayat hati. Walaupun seseorang berusaha untuk tidak memiliki perasaan ataupun kepedulian terhadap lawan jenis, mereka tetap akan membutuhkannya karna Tuhan mencinptakan wanita dan pria untuk bersatu. Walaupun benteng yang di bentuk sangat kokoh, tetaplah tidak mungkin mereka masih bisa menarik diri.
Dan tanpa mereka sadari, cinta mulai menyusup di hati mereka masing-masing. Setelah mengalami perjalanan yang cukup panjang, akhirnya Tia dan Marco mencoba untuk membuka hati mereka satu sama lain dan memulai lembaran baru.
Yang namanya perjalanan hidup, tidak mungkin tidak ada cobaan yang di berikan oleh Tuhan. Begitu juga perjalanan cinta, jika tidak ada cobaan yang menghadang kita tidak akan bisa membuat cinta itu semakin kuat. Tapi cobaan yang kali ini telah menarik mereka kembali kepada masa lalu masing-masing yang ternyata memiliki benang merah, cobaan yang membuat Tia dan Marco harus berpisah dan harus mengorbankan perasaan mereka. Apakah masih ada takdir yang masih memihak cinta mereka sehingga bisa menyatukan kembali mereka? Silahkan di baca ^^
Sebelum membaca Ti Amo, Tia Amoria karyanya mbak Karla aku sebelumnya pernah membaca Hocus Pocus dan membuat aku  langsung menyukai karya mbak Karla dan mulai mencari novel-novel karyanya. Bagiku novel Ti Amo, Tia Amoria ini begitu menguras emosi, karna aku dengan mudah bisa masuk ke dalam cerita dan aku juga bisa merasakan rasa sakit yang di alami oleh kedua tokoh. Karna jarang banget saat membaca dari awal aku sudah dapat feelnya.
Dan aku sangat kagum dengan sosok Tia di sini yang sangat tegar dan dewasa dalam menghadapi masalah dan juga sangat menyayangi bidadari kecilnya yang lucu, Alila. Untuk sosok Marco, jujur waktu bab-bab awal aku sangat ilfil dengan sosok Marco yang bisa di bilang sembrono. Tapi saat pertengahan aku mulai jatuh cinta akan sosoknya.
Saat membaca novel ini saya menitikkan air mata saat Alila bertanya kepada Tia kenapa Marco pergi meninggalkannya. Ucapan polos Alila membuat saya terharu. Dan untuk isi ceritanya aku sangat suka sekali, apalagi cara penulisan mbak Karla. Well, saya sangat menyukai ceritanya dan novel ini berhak mendapatkan 4 bintang.

by. Hayati  (✿◠‿◠)


Rabu, 13 Juni 2012

One Last Chance oleh Stephanie Zen



Adrienne Hanjaya – Senjata Makan Tuan
Posted by Marcella Siahaan – two days ago
Guys, have you all heard that Adrienne Hanjaya the author of “Reasonable Love”, is now charged for defamation? Dia di gugat oleh Gerry Atmadinata (yup, the character’s name from the book is reall) karena dinilai telah mencemarkan nama baik Gerry lewat buku “Reasonable Love” yang ditulisnya.
Dengar-dengar, “Reasonable Love” benar-benar kisah nyata yang dialami Adrienne sendiri. Hmm, menurut gue sih, dia cukup bagus menuliskannya, tapi... menggunakan nama orang sebenarnya di dalam buku? It was such a fool.
Just wondering nih, mungkinkah Jaden Danarto (nama tokoh cowok dalam “Who Do You Think I Am?”) dan Dirgantara Sutowo (tokoh di buku “Love and Lie”) juga benar-benar ada? Kalau iya... oh well, jangan sampai mereka punya pikiran sama seperti Gery Atmadinata, untuk menuntut Adrienne Hanjaya juga :p

҈      ҈      ҈      ҈      ҈  

Sejujurnya aku nggak perlu menceritakan bagaimana jalan ceritanya. Kenapa? Karna di sinopsis sudah tergambar dengan jelas bagaimana ceritanya. Jadi yah aku nggak akan ceritain gimana jalan ceritanya :D Hehehe...
Stephanie Zen bukanlah seorang penulis baru di dunia novel ini, karna sudah banyak novel yang telah di lahirkan olehnya salah satunya yang terbaru adalah One Last Chance. Metropop pertama yang di lahirkan oleh mbak Stephanie setelah sebelumnya menulis novel-novel TeenLit. Jujur saja saat membaca sinopsisnya aku cukup tertarik dan di dukung dengan cover yang buat aku cukup bagus. Karna buat aku tema dan jalan ceritanya belum pernah aku temui di setiap novel-novel yang udah aku baca, maklum novel yang aku baca kan masih sangat sedikit.
Jadi di postingan kali ini aku cuma coment doang dan menyampaikan my opinion about this novel .
Saat aku mulai membaca novel ini, aku sudah mulai menilai akan memberikan 3 bintang untuk novel ini. Tapi di saat sudah mau ke bagian ending aku berubah pikiran untuk memberi 3 bintang. Kenapa? Karna novel ini berhak mendapatkan lebih dari 3 bintang yaitu 4 bintang :D Hehehe...
Pesan moral di novel dapat banget, dan juga ceritanya bisa di jadikan pelajaran dan pengalaman berharga loh :D Selain itu juga bisa di jadikan sumber inspirasi yaitu dengan motto “Tidak boleh ada patah hati yang tidak menghasilkan royalti.” Hihihi... kan lumayan kalau novelnya best seller seperti novel-novelnya Adrienne.
Jadi, novel ini  kesimpulannya cukup bagus untuk di baca saat santai karna tidak memiliki konflik yang begitu berat. Dan untuk mbak Stephanie, keep writing yah mbak. I always wait the next your novel :D

by. Hayati  (✿◠‿◠)