Tampilkan postingan dengan label Gagas Media. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gagas Media. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 September 2012

Kastil es & air mancur yang berdansa oleh Prisca Primasari




“... dua orang bisa bersatu ketika semua partikel di jagad raya mendukung mereka. Ketika mereka berpisah, terasa ada yang mengganjal. Ganjil dan aneh. Yang satu tak bisa melupakan yang lainnya, sekalipun sangat menginginkannya. Keduanya melakukan apa pun agar bisa bertemu lagi, atau tanpa sadar melakukan sesuatu untuk mencegah satu sama lain hilang dari benak mereka.

“Berawal dari sebuah tas di stasiun Saint-Lazare...”
Florence tanpa berpikir panjang langsung lari dari rumah dan memutuskan untuk pergi ke Honfleur. Bukan tanpa alasan dia pergi dari rumah, dia pergi karena rencananya kedua orang tuanya yang sedang mengatur kencan buta untuknya. Florence tahu niat Maman dan Papa itu baik tapi dia tidak suka dengan rencana itu.
Saat di dalam kereta menuju Honfleur, Florence bertemu seorang pria. Vinter Vernalae. Saat itu tas yang di miliki Florence rusak, yah tentu saja, Florence memiliki kebiasaan untu membeli tas 3 bulan sekali. Kenapa? Karena setiap 3 bulan sekali tasnya selalu rusak. Saat bertemu Vinter, Florence ingin membeli tas yang ada di tangan Vinter, tanpa di sangka ternyata pria tersebut memberikannya secara cuma-cuma.
Selama perjalanan mereka saling bercerita, dan untuk membalas kebaikan Vinter, Florence membantunya untuk menampilkan pertunjukan kecil seni di rumah temannya, yang ternyata adalah seorang pengidap tumor otak. Namanya Zima.
Saat sampai di rumah Zima, Florence sempat gugup karena ini untuk pertama kalinya dia tampil di depan publik tapi tanpa di sangka penampilannya di sambut hangat oleh para pembantu Zima dan... Vinter. Yah, pada saat Florence tampil, Vinter benar-benar terpesona. Dan untuk Zima... entahlah wajahnya biasa saja, Florence tidak bisa mengetahui apa yang ada di pikiran Zima, karena orang itu benar-benar aneh.
Setelah dari rumah Zima, Florence pergi untuk mengunjungi galeri Vinter. Tapi sayangnya di sana dia bertemu dengan Celine, sahabatnya yang sedang membantu orang tuanya untuk membawanya pulang. Tanpa pikir panjang, tentu saja Florence lari dengan cepat sehingga Vinter benar-benar tidak bisa mengejarnya. Setelah merasa jauh dan aman dari Celine, Florence sadar bahwa dia sedang berada di Honfleur. Ini Honfleur, bukan Paris. Tentu saja dia tidak tahu jalan, dan dimana sekarang Vinter? Oh tidak, dia sekarang telah kehilangan Vinter.
Dengan enggan Florence pergi ke rumah Zima lagi untuk meminta nomor Hp Vinter. Walaupun dia sempat dongkol dengan sikap Zima, tapi mau bagaimana lagi? Hanya Zima yang bisa membantunya. Dan tanpa di duga, saat ke rumah Zima, Florence tidak hanya mendapatkan nomor Hp Vinter, melainkan dia juga mengetahui sesuatu tentang Vinter yang membuatnya merasa sedih. Bagimana masa lalu Vinter.
Selama 2 hari, Florence menghabiskan waktu bersama Vinter. Banyak hal yang mereka lakukan, banyak cerita yang terungkap diantara keduanya. Dan yang paling tidak bisa di lupakan adalah saat Florence mengunjungi galeri Vinter, yang ternyata di penuhi oleh pahatan es. Galeri itu benar-benar membuat Florence tidak bisa berkata apa-apa. Kenangan yang manis, kenangan akan “Kastil Es dan air mancur yang berdansa
Waktu singkat yang mereka habiskan ternyata membuat mereka saling membutuhkan dan saling mencintai. Tapi setiap ada pertemuan, bukankah akan ada perpisahan? Tentu saja, Florence harus kembali ke Paris, walaupun hatinya ingin tetap berada di sisi Vinter, tapi dia harus kembali ke Paris. Tidak mungkin dia lari untuk selamanya. Dan saat Vinter berkata bahwa dia mencintai Florence, dia merasa bahagia dan senang. Tapi sayang, Vinter telah memiliki janji untuk bertemu seseorang dan berencana untuk menikah dengannya. Dan di sisi lain, Florence harus bertemu dengan pria yang menjadi kencan butanya. Mereka berdua masing-masing telah memiliki jalan sendiri-sendiri. Apakah di akhir cerita mereka bisa bersatu dan happy ending? Silahkan di baca selengkapnya.
Aku sangat-sangat menunggu kedatangan novel ini, setelah membaca Beautiful Mistake dan Eclair, aku benar-benar jatuh cinta pada tulisan mbak Prisca. Dan saat membaca Kastil es dan air mancur yang berdansa aku benar-benar jatuh cinta semakin dalam dengan karya mbak Prisca. Great Job mbak!! Buat aku novel ini benar-benar bagus dan romantis! Sangat-sangat suka dengan jalan ceritanya dan sukaaa dengan latar Rusia, serta semua karya seni yang ada di dalam novel ini dan bagian favorit aku di bagian dogeng Snegurochka. Dan yang terakhir untuk covernya yang memikat! Ditunggu karya mbak Prisca yang selanjutnya ^^

Hal yang tidak nyata tetap akan lebih menyedihkan daripada hal yang nyata, seindah apa pun itu. Karena ketidaknyataan itu hanya hidup di angan-angan, dalam dimensi dan ruang yang sama sekali berbeda.

5/5

by. Hayati  (✿◠‿◠)

Rabu, 22 Agustus 2012

Satu Cinta Sejuta Repot oleh Moemoe Rizal




“Nah, dua yang lain sebenarnya nggak ada urusannya ama kamu. Mereka punya sesuatu yang lain, yang, ah... aku nggak bisa ngeliat lagi lebih jauh. Energiku punya batasan tertentu jadi aku nggak sanggup ngeliat apa yang bakal mereka perbuat.”
“Kira-kira menurut kamu, itu siapa?”
“Aku nggak tau. Bener. Aku sama sekali nggak tau. Kamu harus nyari semua jawaban itu sendiri,” katanya, selesai mengelap meja makan dan memasang lagi taplaknya. “Mungkin ini yang dinamakan kekekalan takdir. Kami para peramal mungkin bisa ngeliat masa depan, tapi nggak pernah bisa mengubahnya. Seandainya iya, kami bisa mengetahui gimana kejadian masa depan dengan persis, pasti semua nggak akan berjalan sesuai takdir.”

҈

Awalnya, Ieva menggangap remeh ramalan dari Paula, tapi lama kelamaan dia merasa ramalan Paula seperti permainan untuknya. Beberapa kali bertemu tanpa sengaja, Paula meramalkan Ieva bahwa hidupnya akan di isi oleh 3 cowok yaitu, cowok yang mencintainya, cowok yang di cintainya dan cowok yang menjadi takdirnya.
Dan, yahh Ieva harus mengakui kalau hidupnya memang sedang di isi oleh 3 cowok, yaitu Kai, cowok yang dicintainya. Nick, cowok yang mencintainya. Dan Nuzy, cowok yang walaupun dia tidak ingin bertemu dengannya tapi takdir selalu membuat Ieva tetap bertemu dengan Nuzy.
Selain itu, kehidupan Ieva juga di isi oleh Gom dan Gam, adiknya yang kembar dengan segala macam tingkah laku yang membuat Ieva kesal saat harus menjaga adik-adiknya.
Jadi diantara ketiga cowok yang mengisi kehidupannya, yang manakah yang akan menjadi jodohnya? Mmm, jika di suruh memilih sih Ieva pasti memilih cowok yang di cintainya, tapi... saat dia bertanya kepada orang-orang terdekatnya, mereka memberikan pendapat yaitu memilih cowok yang di takdirkan untuknya. Bahkan Paula saat di tanya memilih yang mana dia malah menjawab cowok yang menjadi takdirnya. Apakah cowok itu Nuzy? Tapi kenapa hati Ieva nggak yakin kalau jodohnya adalah Nuzy? Saat dia mulai melakukan observasi kenapa hatinya malah yakin kalau cowok itu adalah... Silahkan di baca selengkapnya untuk tau akhir kisah cinta Ieva yang benar-benar repot.

-

Sebenarnya aku suka sama ceritanya, apalagi di dukung dengan sosok Gom dan Gam yang benar-benar lucu, tapi saat di bagian awal asli aku benar-benar boring abis dan nggak dapat feelnya sama sekali. Malah aku dapat feelnya pas udah masuk bagian akhir. Tapi secara keseluruhan sih ceritanya bagus mungkin aku yang nggak mood aja bacanya makanya nggak dapat feelnya.

3/5

by. Hayati  (✿◠‿◠)

Kamis, 16 Agustus 2012

Seandainya... oleh Windhy Puspitadewi




Perbuatan terkadang tidak selalu cukup untuk mewakili perasaan, dalam beberapa hal kamu harus mengatakannya.

Seandainya...
Aku nggak mau buat cuplikan ceritanya, karena aku nggak tau mesti mulai dari mana. Dan sejujurnya aku juga bingung mau nulis apaan. Sepertinya aku di sini hanya akan membahas novel ini saja dan nggak akan membuat reviewnya.
Saat pertama kali lihat novel ini di page Gagas Media, yang pertama kali aku pikirkan adalah ‘Wajib Beli!!!’ kenapa? Karena aku suka sama novel mbak Windhy yang terbitan Gagas, tapi saat membaca sinopsisnya aku sempet mikir “Ahh, sad ending.” Tapi saat aku membaca novel ini, yaaah harus aku akui endingnya nggak sad kok tapi...
Oke, aku bahas endingnya belakangan dulu deh. Sekarang aku mau bahas ceritanya aja. Masih tetep sama seperti novel-novel sebelumnya yaitu Let Go dan Morning Light, novel ini masih menceritakan tentang 4 sahabat dengan masalah masing-masing. Itu ciri khasnya mbak Windhy, walaupun temanya masih sama tapi aku nggak bosen bacanya karena masing-masing ceritanya memiliki ciri khas sendiri :D
Ceritanya bagus, aku suka sama ceritanya yang remaja dengan latar SMA, masalahnya juga masalah anak remaja tapi disini aku banyak mendapatkan pengetahuan baru, dan membuka mata aku akan sudut pandang berbeda tentang profesi Dokter. Dan ceritanya yang menginspirasi.
Aku tahu mbak Windhy nggak pernah membuat aku kecewa selama ini, tapi so sorry... Ceritanya aku suka tapi NGGAK BANGET buat endingnya. Sumpah nyesek pakai banget mbak saat baca endingnya. Aku nggak suka sama endingnya walaupun aku tahu itu hak mbak Windhy mau buat endingnya seperti apa, tapi benaran aku nggak suka sama endingnya. Aku lebih suka dan ikhlas kalau endingnya sad daripada nyesek kayak gini. Dan membuat perasaan nggak jelas, mau nangis bingung apa yang mau di tangisin, mau ketawa bingung apa yang lucu, mau marah... yah sepertinya aku kepengen marah aja saat baca endingnya marah atas sikap bodohnya Rizki yang nggak mau jujur! Tapi secara keseluruhan novel ini bagus, walaupun kecewa sama endingnya aku tetep menunggu novel mbak Windhy selanjutnya :D

“... yang mati akan tetap mati, dia tidak akan hidup lagi dan oleh sebab itu kita hanya perlu mengenangnya, tetapi yang hidup harus tetap hidup karena itu tugasnya.”

3/5

by. Hayati  (✿◠‿◠)

Rabu, 15 Agustus 2012

Syarat Jatuh Cinta oleh Marin Josi & Purba Sitorus




Alana jelek.
Asta ganteng.
Alana suka Asta.
Asta benci orang jelek.
Alana-Asta pacaran?
Hmmm...

Alana Patriani Putri adalah seorang anak remaja yang memiliki badan ukuran ‘jumbo’. Terlalu banyak lemak yang menempel di badannya. Walaupun dengan fisik yang jumbo, Alana dengan percaya diri menyatakan bahwa dia menyukai Adiasta Puji Pratama, yaitu cowok yang membuatnya selama 6 bulan ini jadi gila belajar supaya bisa masuk ke SMA Harapan, dimana sekolah yang dituju juga oleh Asta.
Asta sebenarnya telah menolak Alan dengan cara halus tapi malah membuat emosi Alana terpancing sehingga terjadilah taruhan antara Alana VS Asta. Taruhan mereka adalah : Alana akan kurus dalam waktu 3 bulan dan jika Alana berhasil Asta akan menyatakan cintanya kepada Alana di depan umum dan Alana akan menolaknya, sedangkan jika Alana gagal dia akan menjadi pembantu di rumah Asta selama 1 bulan. See?
Novel ini menceritakan tentang perjuangan Alana untuk berusaha menurunkan berat badannya. Satu minggu pertama cukup lancar, berat badannya turun 2kg tapi apa bisa bertahan selama 3 bulan? Secara nafsu makan Alana begitu besar.
Awalnya Alana sempat ingin menyerah, tapi saat dia ingin melanggar peraturan diet yang telah di buat sahabatnya Fio, yang terlintas dibenak Alana adalah muka menyebalkan Asta sehingga hal itu membuat Alana semakin termotivasi untuk menang.
Di saat Alana menjalani hari-harinya yang terasa berat (baca : tanpa makanan enak) dia jadi tahu seperti apa sifat Asta. Ternyata sosok Asta yang selama ini ada di pikirannya yaitu yang baik, sopan dan segala macam sifat baik lainnya ternyata berbeda dari kenyataan. Asta sangat sangat sangat menyebalkan. Dia selalu melontarkan segala ejekan kepada Alana. Awalnya hati Alana masih bisa tahan tapi lama-lama sakit hati juga kan?? Dan puncaknya saat Asta memapah Alana ke UKS karena sudah tidak tahan lagi Alana dengan suara lirih mengucapkan “Aku nggak akan menyukaimu lagi.
Jadi bagaimana dengan kelanjutan program diet Alana apakah berhasil? Bagaimana dengan taruhan mereka? Apakah berhenti? Mmm, kira-kira gimana yah perasaan Asta saat mendengarkan perkataan Alana tersebut? Dan bagaimana dengan akhir ceritanya? Apakah sesuai dengan harapan? Silahkan di baca ^^
-
Menyelesaikan novel ini dalam waktu satu hari itu ‘sesuatu’ sekali yah. Aku sangat-sangat semangat membaca novel ini. Kenapa? Karena aku suka dengan ceritanya dan penasaran sama endingnya apakah Alana menang atau kalah, walaupun sebenarnya bisa ketebak sih *maaf spoiler* :p
Syarat Jatuh Cinta, sebuah novel remaja yang sangat sangat sangat bagus dan menginspirasi. Kenapa? Karena di sini aku sangat sangat kagum sama sosok Alana yang berjuang keras untuk menurunkan berat badannya, walaupun sebenarnya kelihatan dangkal karena menurunkan berat badan hanya karena cowok, but aku merasa terhibur membacanya dan sangat menikmati jalan ceritanya dari awal sampai akhir.
Untuk covernya, aku sangat sangat jatuh cinta sama covernya yang unyuuuuu abis :3 sangat remaja sekali dan pas sekali aku membacanya karena aku juga seorang remaja :D makanya suka banget sama jalan ceritanya karena benar-benar remaja.
Haaaahhh, tapi endingnya kurang kurang kurang... kurang pas mungkin yaah? Atau kurang nendang? *kuda kale* wehehehe. Tapi benaran endingnya buat aku kurang pas walaupun sudah jelas endingnya bakalan seperti apa tapi aku benaran kurang puas sama endingnya. Oke lupakan masalah endingnya.
Aneh banget, ini novel sejujurnya nggak sedih gimana gitu malah bisa di bilang ceria tapi kenapa aku nangis yah? Iya aku NANGIS. Di bagian mana? Di saat Alana bilang “Aku nggak akan menyukaimu lagi.” Mungkin karena aku bisa ngerasain gimana terlukanya hati Alana mungkin yaah? *lupakan* Untuk sosok Asta di sini, I’m so sory, i don’t like Asta. Aku udah keburu ilfeel duluan sama sifat Asta di sini, jadi yaahhh begitulah. Dan untuk Mbak Marin dan Mas Purba kutunggu karya selanjutnya yaaaah :D

4/5

by. Hayati  (✿◠‿◠)

Minggu, 05 Agustus 2012

Perhaps You oleh Stephanie Zen




Jika seseorang mencintai kamu, ia akan memastikan kamu tetap bahagia, tidak tersakiti. Tapi jika kamu mencintai seseorang, orang itu mungkin tak akan peduli apakah kamu bahagia atau  tidak, tidak akan peduli kamu tersakiti atau tidak...

Abby, seorang gadis muda yang telah memiliki pekerjaan yang mapan dan otak yang cerdas. Mencintai Daniel, teman semasa SMPnya sampai sekarang. Yah, sampai sekarang Abby masih tetap mencintai Daniel dan sosok itu telah mengunci seluruh hatinya dari semua pria yang telah mencoba mendekati Abby.
Dan semuanya berubah saat Abby mengenal Christ, salah satu rekan kerjanya. Awalnya Abby masih bisa menahan tembok kokohnya, tapi lama kelamaan tembok kokoh yang di bangun Abby mulai runtuh sampai tidak tersisa tembok sama sekali.
Christ, seorang pemuda berumur 26 tahun yang memiliki sifat apa adanya, dan mundur teratur saat Abby tidak menyukai dirinya yang mulai mengusik masalah pribadi Abby. Lama kelamaan hubungan Christ dan Abby pun semakin dekat. Tapi sayangnya Christ ternyata telah memiliki pacar yang telah di kenalnya dari SD, yaitu Ferra.
Abby sempat patah semangat saat mengetahui Christ telah memiliki pacar, tapi dia sadar selama janur kuning belum melengkung, berarti masih ada kesempatan baginya untuk memiliki Christ. Ternyata perasaan Abby pun di respon oleh Christ, walaupun Abby jadi yang kedua (baca : selingkuhan) tapi Abby tidak masalah karena baginya yang terpenting adalah bisa dekat dengan Christ walaupun dia tahu resiko yang akan menimpanya sangat besar.
Saat Abby tanpa sengaja bertemu dengan Daniel, sosok yang selama sebulan ini terlupakan olehnya karena kehadiran Christ, Abby begitu senang dan bersemangat saat berbicara dengan Daniel, tapi sayang Abby tahu bahwa debaran jantung yang dulu selalu ada saat dia berada di dekat Daniel sudah tidak ada lagi. Abby tahu bahwa ia telah melupakan Daniel dan telah memilih Christ.
Tapi sayang, tak selamanya selingkuh itu indah... Memang awalnya indah, tapi akhirnya pasti menyakitkan salah satu pihak yang di rugikan.
Pada saat Abby memutuskan untuk ke Jakarta dan bertemu dengan Christ, perasaannya pun semakin dalam kepada Christ. Dan dia sadar bahwa ia telah jatuh terlalu dalam atas pesona Christ. Tapi sayangnya semuanya tidak berjalan dengan mulus.
Ferra mengetahui bahwa Christ selingkuh dengan rekan kerjanya. Yups, tentu saja Abby. Ferra dan Christ sempat bertengkar hebat, dan akhirnya Christ sadar bahwa ia telah menyakiti Ferra yang selalu ada di sisinya dari dia bukan siapa-siapa. Christ memilih Ferra dan memutuskan akan meninggalkan Abby.
Tentu saja Abby tidak menerima keputusan Christ, seharusnya Christ dari awal sudah tahu resiko yang akan menimpanya. Tapi seberapa kuat Abby menahan Christ, tetap saja dia tidak akan bisa. Karna dimana-mana wanita yang memiliki status yang jelaslah yang akan di pilih oleh pria.
Setelah Christ meninggalkan Abby, kehidupan Abby kacau. Hatinya hancur berkeping-keping. Setiap hari hanya memendam diri di kamar. Hidupnya tanpa semangat. Dia merasa kehilangan dan... di campakkan.
Abby sadar, seberapa pun dia menyesali semuanya, itu percuma karena Christ telah memilih. Sekuat apa pun dia ingin menahan Christ agar tetap di sisinya itu tidak akan berpengaruh. Belum lagi semua teror yang Ferra lakukan. Dia benar-benar memprotect Christ agar tidak kembali berhubungan lagi dengan Abby dan menunjukkan bahwa Christ telah memilih dia bukan Abby. Mulai dari menyuruh Christ menganti display picture di blackberry Christ dengan foto mereka berdua, menganti status hubungan mereka dari berpacaran menjadi bertunangan dan segala macam hal lainnya yang tentu menyakiti hati Abby.
Saat-saat sedih seperti itu Daniel selalu ada untuk Abby. Daniel selalu berusaha untuk membuat Abby tersenyum, walaupun Daniel tahu usahanya akan sia-sia tapi dia tetap mencoba. Hingga suatu hari mamanya berkata :
“Jika seseorang mencintai kamu, ia akan memastikan kamu tetap bahagia, tidak tersakiti. Tapi jika kamu mencintai seseorang, orang itu mungkin tak akan peduli apakah kamu bahagia atau  tidak, tidak akan peduli kamu tersakiti atau tidak...”
Setelah mendengar kata-kata Mamanya, Abby sadar. Tidak seharusnya dia bersedih terus. Dia pun mulai kembali lagi seperti Abby yang dulu. Ceria, dan tetap semangat menjalani hari-harinya. Dan... saat Daniel meminta kedua kalinya kepada Abby untuk menjadi pacarnya, Abby pun menerima permintaan Daniel dengan sepenuh hati.
Abby telah move on, dia mulai melupakan Christ. Mengunfollow Christ di twitter, menghapus pertemanan dengan Christ di facebook, serta mendelete Christ dari kontak BBMnya. Hidup Abby mulai bewarna lagi seperti sedia kala, hari-harinya di penuhi dengan senyuman.
Tapi di sisi lain, saat pernikahan Christ dan Ferra akan mulai di rencanakan, Christ sadar bahwa yang di cintainya bukanlah Ferra. Dia sadar, bahwa dia membutuhkan Abby, dia kehilangan Abby. Dan saat Christ akan meminta Abby kembali padanya, apakah masih ada kesempatan untuknya setelah apa yang telah di lakukannya kepada Abby? Silahkan di baca selengkapnya.
Mmm... jujur saat sudah setengah jalan membaca novel ini aku sangat sangat menikmati ceritanya tapi saat sudah memasuki bagian hubungan Abby yang mau jadi selingkuhan Christ aku mulai BETE berat!! Dan kesal abis atas sikap Christ yang labil seperti anak ABG!!! Ugghhh, dan novel ini berhasil 100% membuat perasaan aku di aduk-aduk. Aku merasa di phpkan saat membaca novel ini.
Apalagi pas bagian Christ yang dengan bodohnya meninggalkan Abby!! Jangan tanya seberapa kesal aku!! Dan yups, saat bagian itu aku ilfeel sangat dengan Christ!! Bagian itu juga yang membuat aku malas mau lanjut baca karena sosok Abby di situ benar-benar lembek, gak seperti Abby di awal cerita.
Tapi aku berhasil menyelesaikan novel ini dengan baik, dan pas bagian endingnya aku tertawa. HAHAHAHAHA... aku sangat sangat sangat PUAS dengan endingnya!! Sangat sangat sangat suka sama endingnya yang buat aku emang pas! Yahhh, mungkin aku bisa di bilang jahat, tapi aku benar-benar suka sama endingnya.

Cinta itu seperti pasir. Semakin erat kamu menggengamnya, semakin cepat pasir-pasir itu berjatuhan dari tanganmu.

4/5
by. Hayati  (✿◠‿◠)

Senin, 30 Juli 2012

Sweet Revenge oleh Sin Nombre



Karena batas cinta dan benci itu sangatlah tipis, lebih tipis dari lapisan bawang

Pengkhianatan yang di alami oleh Irni membuat dia anti terhadap cinta dan lelaki. Tetapi semuanya berubah saat dia bertemu Rizi, lelaki yang berusia 16 tahun lebih muda darinya. Dan entahlah takdir atau kebetulan ternyata Rizi adalah anak dari mantan selingkuhannya yang telah menyakiti serta mencabik-cabik hatinya dan membuat Irni bersumpah untuk membalas dendam suatu hari nanti kepada Adrian dan keluarganya.
Rencana yang di pikirkan Irni berjalan dengan mulus, tanpa perlu susah payah mendekatkan diri kepada Rizi karena Rizi dengan sedang hati mendekatinya dan membuat Irni semakin nafsu untuk segera balas dendam.
Setelah menikah, semua pekerjaan rumah seperti memasak, mencuci, dan membereskan apartemen semuanya di lakukan oleh Rizi. Irni hanya tinggal bersantai-santai saja. Betapa indahnya hidup, itulah yang di pikirkan Irni. Hidupnya indah, dan pastinya kebahagiaannya akan lebih indah dan lengkap jika dia bisa dengan sukses balas dendam kepada Adrian beserta keluarganya.
Tapi sayangnya rencana balas dendamnya tidak berjalan mulus. Pada suatu hari, Rizi memergoki Irni yang sedang berselingkuh dengan Dimas, dan dengan nafsunya Rizi memukul Dimas hingga babak belur. Dan setelah kejadian itu rumah tangga mereka menjadi dingin karena tidak ada tegur sapa lagi yang biasa di lakukan oleh Rizi. Irni pikir setelah kejadian ini Rizi akan segera menceraikannya. Tapi ternyata dia salah karena Rizi tidak pernah menceraikannya.
Hari yang di lewati Irni selalu di penuhi dengan pikiran untuk balas dendam kepada Adrian. Selalu dan selalu. Hanya balas dendamlah yang selalu di pikirkannya. Sampai pada suatu hari, dia harus kehilangan orang yang di sayanginya. Balas dendam yang di rencanakan olehnya malah membuatnya tersakiti, kehilangan dan membuatnya menyesali semua, semua yang telah di lakukannya selama ini.
Seberapa lama pun dia menunggu, bahkan sampai akhir hayatnya pun orang yang di sayanginya tidak akan pernah kembali. Masa tuanya hanya akan di jalani dengan bayangan-bayangan masa lalunya yang suram serta perasaan bersalahnya.
“tidak ada gunanya mencegah waktu untuk berhenti di tempat.”
Aku tahu novel ini karena iseng mengubek-ngubek sebuah toko online dan menemukan novel ini. Dan ada komentar yang mengatakan bahwa novel ini amazing, dan membuatnya menangis karena bagian akhirnya. Karena penasaran aku segera memasukkanya ke dalam wishlist.
Saat pertama kali membaca aku merasa cerita ini pasti mirip dengan cerita sinetron. Aku sama sekali nggak menyangka dengan endingnya, dan aku salah, karena ceritanya tidak sepenuhnya seperti sinetron.
Novel ini memberikan kita pelajaran, bahwa balas dendam hanya akan memberikan kesesengsaraan. Hanya akan memberikan luka dan perasaan bersalah. Sebenci apa pun kita balas dendam bukanlah solusi sebuah masalah. Ikhlas dan jadikan itu sebuah pengalaman agar suatu saat dan di masa mendatang kita tidak mengulanginya lagi. Dan memaafkan. Karena jika kita telah memaafkan hati kita akan lebih tenang. Itulah yang perlu kita lakukan.
Buat aku novel ini sangat sangat sangat luar biasa, aku suka sama ceritanya dan memberikan pelajaran. Saat selesai membaca novel ini aku langsung memanjatkan doa agar apa yang terjadi kepada Irni tidak menimpaku karena sejujurnya aku tidak bisa membayangkan menjalani hari-hari tuaku dengan perasaan tidak dapat membedakan yang mana yang hitam dan yang putih dan aku saat ini... Benar-benar menyesali semuanya. Itulah kalimat terakhir dari novel ini, endingnya membuat hati aku sakit karena aku nggak kuat membayangkan kehidupan Irni selanjutnya mungkin jika aku jadi Irni aku akan gila atau berdoa agar aku hilang ingatan. Menunggu orang yang di cintainya datang, tidak bisa menerima kenyataan serta menyesali semua yang telah di lakukan. Endingnya benar-benar memporak-porandakan perasaan. Menghancurkan hati aku dan membuat aku nangis sejadi-jadinya.

Ingatan seperti pisau, begitu tajam dan bahkan bisa melukai si pemegangnya sendiri.

4/5

by. Hayati  (✿◠‿◠)

Sabtu, 28 Juli 2012

Promises, Promises oleh Dahlian




“Peran ibu memang penting bagi psikologis anak Jeng, tapi ayah juga mempunyai peran yang nggak kalah penting, yang nggak bisa digantikan oleh ibu.” Amalia kembali berbicara tanpa mengalihkan pandangannya kepada Fiona. “Seorang anak yang memiliki kedekatan hubungan dengan ayahnya, akan memiliki kedekatan hubungan dengan ayahnya, akan memiliki emosi yang lebih stabil saat dewasa nanti. Akan lebih siap dalam menghadapi tekanan hidup. Dan, khususnya untuk anak perempuan, ada banyak hal yang bisa mereka dapatkan dari ayah mereka,” ia mengalihkan pandangannya pada Fiona, “mereka mempelajari pria dari mengamati ayah mereka, dan mendapatkan rasa percaya diri dari bagaimana cara ayah mereka memperlakukan mereka. Penting bagi mereka untuk merasa dicintai ayah mereka. Ia tersenyum sedih, “saya sudah banyak melihat remaja wanita yang salah jalan, para wanita tidak bahagia dengan pernikahannya, atau selalu mengalami kegagalan dalam hubungan dengan pria, hanya karena tidak memiliki hubungan yang harmonis dengan ayahnya sewaktu kecil.”
Ucapan Amlia Suryadi di atas menohok Fiona dan membuatnya tidak bisa berkata apa-apa. Yang ada di pikirannya hanyalah masa depan Kejora nantinya. Yah, Fiona adalah seorang single parent yang membesarkan putri semata wayangnya, Kejora yang sedang beranjak remaja.
Awalnya hidupnya baik-baik saya walaupun dia harus banting tulang mencari uang untuk memenuhi kebutuh mereka berdua. Tapi semuanya berubah saat dia bertemu lagi dengan pria yang membuatnya menderita, pria yang telah 13 tahun meninggalkannya. Pria yang dulunya sangat ia cintai sehingga memberikan harta berharganya sebagai seorang wanita. Pria yang dulu menyuruhnya untuk mengugurkan buah hati mereka, pria yang tidak menginginkan kehadiran Kejora. Evan. Itulah nama pria itu.
Dengan enggan hati Fiona menerima proyek rumah Evan. Yah dia akan berusaha untuk profesional dan tidak akan memandang masa lalunya dulu dengan Evan. Saat mereka bertemu Evan sangat kaget, tidak menyangka akan bertemu dengan Fiona, setelah 13 tahun tidak bertemu.
Saat masa-masa pengerjaan renovasi rumah Evan, Fiona selalu dingin terhadap Evan dan sebisa mungkin untuk jaga jarak dengan pria itu. Di sisi lain, Evan sadar bahwa ia masih sangat menyayangi Fiona dan ingin memulai hubungan lagi dengan Fiona. Evan sadar kalau Fiona membencinya, dia juga sangat menyesal akan kelakuan dan sikapnya di masa lalu yang pengecut. Dia berniat untuk memperbaiki seluruh kesalahannya.
Tanpa menyerah, Evan selalu berusaha untuk mendekati Fiona. Walaupun wanita itu lebih sering bersikap dingin dan menolaknya Evan tidak menyerah. Sampai pada suatu hari Evan bertemu dengan Kejora, anak Fiona. Saat bertemu dengan Kejora pertama kali, Evan merasakan sesuatu yang aneh, tetapi dia tidak tahu perasaan apa yang di rasakannya, sehingga saat tanpa sengaja ia bertemu kembali dengan Kejora di Mall dia tidak melewati kesempatan itu dan mencoba untuk mulai mengenal Kejora, dia berharap dengan mendekati Kejora dia bisa membuka hati Fiona.
Akhirnya setelah melewati waktu yang panjang, Evan berhasil meyakinkan Fiona bahwa dia serius dan bersungguh-sungguh dengan Fiona serta menjelaskan kesalah pahaman  13 tahun lalu.
Tapi di saat hidup Fiona mulai membaik dengan adanya Evan di sisinya, Bianca, istri Evan yang sekarang sedang menjalani proses perceraian dengan Evan datang bertemu Fiona dan memberitahu kan sesuatu yang memporak-porandakan Fiona. Yang telah menghancurkan hatinya, dia tidak menyangka Evan selama ini hanya mempermainkannya dan hanya ingin mengambil Kejora dari hidupnya. Dengan perasaan terluka Fiona berusaha untuk menjauhi dan pergi meninggalkan Evan.
Apakah mereka tidak akan bersatu? Apakah benar Evan hanya ingin merebut Kejora dari kehidupan Fiona? Mungkinkan tidak ada cinta sedikitpun yang tersisa di hati Evan untuk Fiona? Terlalu banyak kemungkinan yang ada, jadi untuk mengetahuinya silahkan di baca ^^
Hah, aku nggak tahu mesti komentar dari mana. Ceritanya... bagus dengan konflik untuk menerima dan memaafkan kembali orang yang telah melukai kita di masa lalu. Dan penulisan mbak Dahlian juga bagus, mungkin karna ini novel keempatnya jadi penulisannya baik.
Yang membuat aku membeli novel ini pertama kali adalah karena aku jatuh cinta pada covernya dan jatuh cinta pada sinopsisnya apalagi saat membaca ceritanya aku jatuh cinta pada ceritanya.
Aku sangat sangat menikmati saat membaca novel ini, dan membuatku untuk terus membaca hingga halaman terakhir. Dan saat menutup novel ini, aku cukup puas dengan akhir ceritanya serta jalan ceritanya hingga menuju akhir. Selain itu sosok Evan di novel ini membuat hati aku ‘meleleh’ dan kagum akan sosok Evan di sini walau awalnya sempat sebal dengan sikap pengecutnya Evan. Jadi secara keseluruhan novel ini sangat sangat bagus buat pecinta novel romance, wajib baca dan koleksi!!!

4/5

by. Hayati  (✿◠‿◠)

Kamis, 12 Juli 2012

Marriagable oleh Riri Sardjono




Orang yang menyenangkan bisa membuat kita merasa hidup, bukan hanya sekedar mendampingi kita menjalani hidup. Dan untuk bisa merasa hidup, kita butuh tertawa sesering mungkin.

Flory, seorang wanita yang telah menginjak kepala tiga dengan status lajang. Sekilas tidak ada yang salah dengan Flory, wajahnya lumayan, kehidupan sehari-harinya pun normal, karirnya juga bagus tapi ada satu masalah yang membuat Flory tidak terlihat seperti wanita normal. Dia lajang. Apa yang salah dengan status lajang? Tentu saja masalah, karna Mamz ingin menjodohkan Flory dengan anak temannya, Tante Mia. Sejujurnya Flory memang agak risih di cap sebagai perawan tua, tapi dia  merasa happy dengan hidupnya yang sekarang, apalagi dia pernah memiliki masa lalu yang buruk dengan makhluk ciptaan Tuhan yang di sebut COWOK. Flory pernah pacaran dengan Gilang, and well... si Gilang selingkuh dengan cewek yang di juluki Flory dan teman-temannya sebagai ratu prom atau barbie. Itu salah satu yang membuat Flory tidak ingin menikah, dan lebih memilih single. Toh, teman-temannya juga pada single except Dina yang udah menikah tapi yahhh pernikahannya dengan Ardy agak bermasalah dan Ara yang selalu mempercayai bahwa kisah Cinderella itu nyata.
Setelah mengalami beberapa pertemuan, Flory di lamar oleh Vadin, cowok yang di jodohkan Mamz. Dan akhirnya mereka menikah. Nggak ada hidup di dunia ini yang bebas dari yang namanya ‘MASALAH’ begitu juga dengan rumah tangga Flory dan Vadin. Di mulai dari Flory yang tidak mau membuka hatinya untuk Vadin serta tidak mau belajar untuk mulai mencintai Vadin. Dengan sabar Vadin selalu menghadapi sifat Flory yang agak sedikit sinting menurut teman-temannya. Masalah besar pun menghampiri rumah tangga mereka dengan datangnya seorang barbie bernama Nadya yang di kenalkan Vadin sebagai rekan kerjanya. Awalnya Flory nggak tahu kalau Nadya itu adalah mantannya Vadin, tapi setelah tahu Flory mulai mengeluarkan kesintingannya di mulai dari merubah penampilannya menjadi menarik dan seksi seperti Nadya dan mulai ngedate lagi sama Gilang. Ohooo, tapi ternyata ada satu hal yang tidak di sadari Flory.
"Cinta biasanya datang di saat orang lagi nggak mikir."
Jadi gimana dengan kelanjutannya? Bisakah Flory mengakui perasaanya kepada Vadin dan memulai hubungan mereka dari awal? Tapi... bisakah Vadin tetap setia di saat hidupnya di hadiri oleh seorang mantan yang cantiknya seperti barbie? Silahkan di baca selengkapnya.
Saat membaca Marriagable otak ku benar-benar kusut dan pusing karena hubungan Flory dan Vadin yang seperti benang kusut. Tapi, di sisi lain aku bisa ngerasain perasaan Flory yang ingin memperjuangkan suaminya agar tidak tergoda oleh Nadya. Sebagai wanita tentu saja aku mengerti perasaan Flory tapi di sisi lain aku keseuul banget sama sosok Flory yang sering melakukan hal-hal bodoh. Padahal penyelesaiannya simple tinggal merasakan apa yang di rasakan hanya merasakan dan jujur pada diri sendiri. Kenapa mesti di buat seribet ini? Benar-benar kusut otakku di buatnya. Tapi secara keseluruhan aku suka sama ceritanya yang mengaduk-aduk perasaan dan emosi.

Langit malam yang gelap menciptakan keheningan. Itu menyebabkan manusia merasa kesepian. Rasa kesepianlah yang menggerakkan manusia untuk mencari cinta.

3/5

by. Hayati  (✿◠‿◠)