Kamis, 12 April 2012

Runner-up Girl oleh Hanna Natasha

Sinopsis :
Kelly dan Mira sahabat karib. Keduanya bertetangga dan bersekolah di SMA yang sama. Persahabatan mereka berubah saat cowok keren bernama Riku datang.
Riku cowok yang didambakan Kelly. Kulit Riku cokelat, sorot matanya tajam, hidungnya mancung, dan tubuhnya atletis. Tapi Mira tidak tertarik pada Riku.
Namun, lewat Riku-lah Mira mengenal Aoi, cowok yang dingin seperti robot. Sikap pendiam Aoi membuat Mira geregetan.
Mira tak pernah menyangka, Aoi bakal menjadi teror yang terus membayanginya. Aoi merebut juara 1 lomba menulis yang diikuti Mira. Padahal Mira super duper yakin bisa membuat mamanya bangga dengan menjadi juara pertama.
Waktu Aoi mencalonkan diri jadi ketua OSIS, Mira juga ikut mencalonkan diri untuk membuat mamanya bangga. Tetapi, mengapa Mira selalu menjadi runner-up girl baik sebagai kontestan lomba maupun pengurus OSIS? Adakah masa lalu mamanya yang membuat Mira tak pernah menjadi juara pertama?
Baru aja selesai baca novel Runner-up Girl karyanya Hanna Natasha. Mm... ceritanya bagus dan enak di baca but... endingnya gak banget! Ini novelnya mau di buat sequelnya yah? Kok endingnya gitu sih? Masih nyesek2 gitu sama endingya -_-
Pas baca sinopsis novelnya sih seru dan menarik, but... yah emang bagus sih ceritanya konfliknya juga bagus gak jelek-jelek amat tapi aku kecewa sama endingnya. Mungkin karna novelnya yang terlalu pendek kali yah yang membuat aku merasa kecewa, karna aku merasa cepet banget ini novel abisnya.
Novel ini berceritakan tentang seorang cewek bernama Mira yang berambisi selalu mau jadi yang pertama. Yah, memang sih dia pintar tapi sayangnya dia tertekan dengan semua ini. Kenapa? Karna sang Mama sangat amat berambisi agar Mira selalu menjadi yang terbaik dan setiap mengikuti lomba harus menjadi juara pertama nggak boleh nggak. Dan saat dia mengikuti karya ilmiah dia menjadi juara dua dan yang menjadi juara pertama adalah seorang cowok bernama Aoi.
Perasaan aku ato emang bener yah? Nama tokoh-tokohnya kayak berbau jepang gitu. Nama cowoknya aja Aoi terus ada sahabatnya Aoi yang bernama Riku. Tapi yah sudahlah lupakan.
Balik kecerita. Singkat cerita mereka berdua jadi musuhan dan saling benci. Yah taulah kalo dimana-mana yang namanya benci pasti ujung-ujungnya cinta. Gitu juga dengan cerita ini. Tapi sayangnya Aoi dan Mira nggak bisa bersatu di akhir cerita karna Aoi pergi ke Australia untuk sekolah di sana. Simple sih, tapi aku rasa ceritanya masih nanggung gitu. Yasudahlah, semoga karya selanjutnya bisa lebih baik lagi :D Aku kasih nilai 7 untuk novel ini.

Kumcer Teenlit Bukan Cupid


Kumcer Tennlit Bukan Cupid adalah buku yang aku dapatkan dari menang kuis #GPU100 itu sumpaaaah gak nyangka banget aku menang!!! Senang banget, bisa menang mana dapat hadiah novel 1 lagi :D
Baru selesai bacanya tadi subuh sekitar jam 3an gitu lah aku selesai bacanya. Pas baca cerpen yang pertama aja aku udah ketawa ngakak. Memang sih novel ini bertemakan Valentine Days, tapi ceritanya baguuus banget dan yang menjadi favorit aku ada 3 cerpen yang pertama Valentine Rp 14 Ribu karyanya mbak Sophie Maya. Percaya ato nggak aku nangis loh baca cerpen yang ini! Nggak sad ending ceritanya tapi aku nangis, mungkin karna terharu banget kali yah. Cerpen yang ini benar-benar bermakna sekali!!! Ceritanya aku sukaaaaa banget!!! Dan urutan yang kedua ada cerpennya mbak Irena Tjiunata dengan judul Kak Johan. Ini juga ceritanyaaa baguuus banget terharu aku bacanya tapi nggak sampai nangis kok :D Dan yang berada di tempat ketiga adalaaaah.... Jeng... Jeng... Jeng!!! Cerpen Bukan Cupid karyanya mbak Valleria Verawati. Aku suka banget sama karya-karyanya mbak Vera tinggal satu lagi yang belum aku baca yaitu Teenlit Rahasia yang demi apaaaa susah banget nyarinya T_T Hiksss~
Di novel ini terdapat 14 cerpen dari 14 penulis yaitu :
1.     Bukan Cupid oleh Valleria Verawati
2.    Cinta Tersembunyi oleh Esi Lahur
3.    Kasih yang Terindah oleh Antonius Andrie
4.    Kak Johan oleh Irena Tjiunata
5.    Perfect Valentine oleh Erlin Cahyadi
6.   Take My Heart, Not My Soul oleh Priscillia A.W
7.    Melukis Senyum Febe oleh Monica Petra
8.    Kartu As Hati oleh Janita Jaya
9.   My Future Valentine oleh Wiwien Wintarto
10.  Valentine Rp 14 Ribu oleh Sophi Maya
11.    Valentina di Hari Valentine oleh Christina Juzwar
12.  Valentine in Hospital oleh Teresa Bertha
13.  Semudah, Aku Mencintai Ashka oleh Lea Agustina Citra
14.  Pita Pink – Nora Umres

Nah itu dia, isi dari cerpen2 yang ada di dalam novel ini. Buat aku novel ini seperti kejutan karna isinya macam-macam banget. Aku berharap di Valentine tahun depan bisa ada novel Kumcer Teenlit seperti ini lagi.. Kalau bisa salah satu penulisnya itu mbak Esti Kinasih, hehehehe -,-V
Ahhh~ Hampir lupa, ada beberapa kata favorit yang aku dapat dari novel ini, aku kasi tau yaaah ;;)
·        “Cinta itu nggak kayak mi instan, yang cuma butuh waktu tiga menit udah matang. Cinta itu lebih mirip rendang, yang butuh proses lama biar bumbunya meresap dan empuk di makan.” – Valleria Verawati
·        “Jarak terjauh antara dua manusia adalah saat aku berada didekatmu tapi kamu tak tahu bahwa aku mencintaimu...” – Erlin Cahyadi
·        “Jika kita benar-benar berarti bagi seseorang, orang itu akan mempertahankan kita di sisinya. Akan tidak mudah baginya untuk kehilangan kita. Itulah artinya menjadi special bagi seseorang. Tetapi jika dia membiarkan kita pergi dan tidak pernah mencari kita, sebenarnya kita bukanlah siapa-siapa baginya.” – Monica Petra

Rabu, 11 April 2012

Unforgettable oleh Winna Efendi



Karena semua orang hidup dalam penantian.

Unforgettable adalah karya ke 5 Winna Efendi dan novel ke 4 yang aku baca. Tinggal 1 novel karya mbak Winna lagi yang belum aku baca yaitu Unbelievable!! Sebelumnya aku mau bilang kalau aku sukaaaaaaaaaaaaa banget sama karya-karya mbak Winna yang udah aku baca yaitu Refrain, Ai, dan Remember When. Akan tetapi aku amat sangat kecewa dengan novel Unfergettable. Karna pas awal-awal bacanya aku udah mulai bosan, dan nggg... endingnya sumpah kecewa berat!! Kenapa endingnya begitu? Hiksss T_T
Tapi rasa kecewaku terobati sedikit karna begitu banyak kata-kata yang amat sangat indah yang sayang untuk di lewati saja tanpa di publikasikan alias aku catat. Yah, ini yang aku suka dari mbak Winna yaitu penulisannya yang menurut aku bagus banget.
Aku kasi beberapa kata-kata favorite yang aku dapat dari novel ini yah:
·        Banyak orang yang berharap dapat memutar kembali waktu karena penyesalan. Sampai hanya itu yang tertinggal di benak mereka. Sampai penyesalan mengerogoti jiwa mereka, sampai lama-kelamaan mereka mati bersamanya. Penyesalan, sama seperti hidup, sama seperti kenangan.
·        Karna kesempurnaan adalah semu.
·        Rumah adalah tempat yang didatangi, untuk kembali, ditinggalkan.
·        Namun, pada dasarnya, kehidupan nyata dan keinginan adalah dua hal yang sungguh berbeda.
·        Satu-satunya hal yang pasti dalam dunia ini adalah perubahan.
·        Kita tidak akan pernah benar-benar berhenti mencintai seseorang. Kita hanya belajar untuk hidup tanpa mereka.
·        Cinta itu butuh keberanian. Jika kau rasakan, peganglah. Peganglah erat-erat karena ia belum tentu akan kembali lagi.
Nah itu dia beberapa kata favorite yang aku dapatkan, dan untuk memperjelas cerita aku kasi sinopsisnya aja.
Ini adalah satu kisah dari sang waktu tentang mereka yang menunggu. Cerita seorang perempuan yang bersembunyi di balik halaman buku dan seorang lelaki yang siluetnya membentuk mimpi di liku tidur sang perempuan.
Ditemani krat-krat berisi botol vintage wine yang berdebu, aroma rasa yang menguar dari cairan anggur di dalam gelas, derit kayu di rumah usang, dan lembar kenangan akan masa kecil di dalam ingatan.
Pertemuan pertama telah menyeret keduanya masuk ke pusaran yang tak bisa dikendalikan. Menggugah sesuatu yang telah lama terkubur oleh waktu di dalam diri perempuan itu. Membuat ia kehilangan semua kata yang ia tahu untuk mendefinisikan dan hanya menjelma satu nama: lelaki itu.
Sekali lagi, ini adalah sepotong kisah dari sang waktu tentang menunggu. Kisah mereka yang pernah hidup dalam penantian dan kemudian bertemu cinta.