Kamis, 19 Juli 2012

A Life oleh Silvia Arnie




Luka luar itu bisa disembuhkan, tapi luka hati susah disembuhkan.

Lunna dan Ginna ada dua sosok yang berbeda, dua sosok yang saling bertolak belakang. Lunna, seorang gadis tomboy yang cuek dan memiliki penampilan yang urakan, dan Ginna seorang cewek feminim, yang jago dandan dan selalu memperhatikan penampilan. Walaupun begitu mereka adalah dua sahabat yang saling mendukung satu sama lain.
Takdir yang mempertemukan mereka, yaitu saat Lunna memergoki Sandy, pacarnya yang sedang nge-date sama Ginna. Mereka berdua saling berantem ala-ala cewek di basemant kafe, dan yang paling menyebalkan, si biang masalah itu malah kabur! Dari situlah mereka mulai dekat, sama-sama di khianati dan di permainkan sama Sandy. Karena kesamaan nasib itulah yang membuat mereka jadi dekat karna bisa mengerti satu sama lain.
Mereka  mulai melupakan Sandy dan menemukan pasangan masing-masing. Lunna bertemu dengan seorang cowok bernama Mango dan Ginna bertemu dengan Dave. Lunna yang keras kepala awalnya cuek-cuek aja sama sikap Mango tapi di saat Mango bilang sayang, Lunna malah angkat bahu dan berlalu begitu saja sehingga membuat hubungan mereka memburuk. Di sisi lain, Ginna dan Dave udah jadian, yaah hubungan mereka seperti kebanyakan pasangan lain, adem ayem, romantis gitu.
Masalah datang saat Lunna beserta teman-temannya yang sedang makan bakso di datangi oleh Sandy di saat yang nggak tepat. Di saat Lunna sedang menelpon Mango. Di sana Sandy menjelaskan bahwa dia nggak bermaksud untuk selingkuh, awalnya Lunna mulai berharap bisa balik lagi ke Sandy tapi teman-temannya menyadarkannya bahwa Sandy hanyalah cowok brengsek! Tapi di saat Sandy bilang cinta ke Lunna, Mango datang dan kesalah pahaman pun terjadi. Yah hubungan mereka yang memburuk jadi tambah buruk.
Itu masalah Lunna, dan masalah Ginna adalah kedua orang tuanya beserta kakaknya datang. Mereka datang untuk memberitahu Ginna bahwa dia akan pindah ke Singapura dan tinggal bersama Kak Ter, tentu saja Ginna nggak mau. Karena teman-temannya, sahabatnya, Dave semuanya ada di sini bukan di Singapura. Tapi saat dia kabur dan cerita ke Lunna, Ginna sadar dia nggak boleh egois dan Ginna pun memutuskan untuk pergi ke Singapura.
Dan di saat Ginna akan berangkat, dia mendapatkan kabar buruk dari Bundanya Lunna. Rahasia yang selama ini selalu di simpan rapat oleh Lunna dari teman-temannya juga Ginna. Rahasia apakah itu? Dan bagaimana dengan kelanjutan hubungan Lunna dan Mango yang sedang memburuk? Silahkan di baca selengkapnya ^^
Hmm, aku mau komen dari mana yah? Dari ceritanya aja dulu deh. Ceritanya bagus, dan nggak ngebosenin sih tapi... nggak ada yang sempurna kan di dunia ini? Jadi, hemmb, sebenarnya ceritanya bagus tapi sayangnya kurang panjang ceritanya karna ada beberapa bagian yang seharusnya di ceritain agak detail seperti kelanjutan hubungan Ginna dan Dave, hehe sebenarnya ini maunya aku sih :p
Dan untuk endingnya, kalau mbak Silvia benar-benar mendalami lagi saat menulis bagian akhirnya aku yakin pasti bakalan lebih baik lagi dan bisa membuat aku meneteskan air mata. Dan sumpah, nggak nyangka ceritanya bakalan sad ending *maaf spoiler yah* Abisnya gatal banget pengen komen yang bagian ini. Kenapa mesti sad ending? Dan buat aku agak-agak maksa gitu -,-V But overall bagus ceritanya, dengan konfliknya juga nggak berat kan novel TeenLit :p

3/5

by. Hayati  (✿◠‿◠)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar